JURNAL PERCOBAAN 2 PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM OKSALAT

 

JURNAL PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK II

                  



DISUSUN OLEH :

Mashita (A1C118083)

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL , M.Si

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020


I. Judul                    : Pembuatan Senyawa Organik Asam Oksalat

II. Hari/Tanggal     : Kamis, 15 Oktober 2020

III. Tujuan              : Adapun Tujuan dari Praktikum Kali ini adalah:

1.      Dapat memahami cara pembuatan asam oksalat dengan zat organic yang memiliki berat molekul besar sebagai bahan dasarnya.

2.      Dapat memahami reaksi oksidasi dengan menggunakan oksidator kuat.

3.      Dapat mengetahui sifat-sifat asam oksalat dengan kegunaannya.

IV.    Landasan Teori

Asam oksalat merupakan asam dikarboksilat yang mempunyai berat molekul rendah, berwujud padat dan warna putih dengan titik leleh 189ᵒC serta bentuk Kristal piramida seabik. Asam oksalatt akan mengurai menjadi asam formiat dan karbondioksida jika dipanaskan pada suhu diatas 175ᵒC. di laboratorium asam oksalat biasanya digunakan sebagai larutan standar pada titrasi. Dalam kehidupan sehari-hari digunakan sebagai pelapis besi. Asam oksalat dibuat melalui reaksi oksidasi dengan bahan baku gula pasir dan oksidator asam kuat (Tim kimia organic,2020).

Asam oksalat banyak digunakan untuk membersihan tenun dan zat warna.Dalam pencucian, asam oksalat digunakan sebagai zat asam, kunci penetralan alkali danmelarutkan besi pada pewarnaan tenun pada suhu pencucian, selain itu juga asamoksalat juga digunakan untuk membunuh bakteri yang ada didalam kain. Asam oksalat dan garamnya juga digunakan untuk pewarnaan wool. Asamoksalat sebagai agen pengatur mordan kromium florida. Mordan yang terdiri dari 4kromium florida dan 2% berat asam oksalat. Wool di didihkan dalam waktu 1 jam.Kromic oksida pada wool diangkat dari pewarnaan. Ammonium oksalat juga digunakansebagai pencetakan Vigoreus pada wool, dan juga terdiri dari mordan (zat kimia) pewarna. (Fessenden dan Fessenden. 1982)

Asam oksalat dapat disiapkan dilaboratorium dengan mengoksidasi sukrosa menggunakan asam nitrat dengan adanya sejumlah kecil pentoksida vanadium sebagai katalis. Padatan terhidrasi dapat mengalami dehidrasi dengan panas atau dengan destilasi azeotrof.
Asam oksalat anhidrat asa sebagai dua polimorf, disalah satu hydrogen ikatan. Hasil dalam struktur seperti rantai sedang pola ikatan hydrogen dalambentuk lain mendefinisikan struktur lembaran. Karena bahan anhidrat bersifat asam dan hodrofilik digunakan dalam esterifikasi. (Gusnidar.2008).

Asam oksalat merupakan senyawa dikarboksilat yang atom C nya masingmasing mengikat satu gugus hidroksil. Asam ini mempunyai bentuk kristal rombis piramid, tidak berwarna dan transparan, tidak berbau dan higroskopis. Asam oksalat mudah teroksidasi total oleh pengaruh panas yang tinggi sehingga terurai menjadi CO2 dan asam formiat. Asam oksalat dapat digunakan sebagai bahan peledak, pembuatan zat warna, krayon, industri lilin, tinta, bahan kimia dalam fotografi serta untuk keperluan analisis laboratorium. Pada industri logam, asam oksalat dipakai sebagai bahan pelapis yang melindungi logam dari korosif dan pembersih untuk radiator otomotif, metal. Pada bidang obat-obatan, asam oksalat dapat dipakai sebagai haemostatik dan anti septik luar (Irma.R.F, dkk. 2016).

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pembuatan asam oksalat: 1. Waktu Pemasakan Waktu yang lama akan memperbesar kesempatan zat-zat pereaksi bersentuhan dan mengakibatkan asam oksalat yang diperoleh relatif banyak. Tetapi waktu pemasakan yang cukup lama akan menyebabkan hasil lanjut terhadap asam oksalat yang dihasilkan. 2. Suhu Suhu berpengaruh pada konstanta kecepatan reaksi. Jika suhu tinggi, konstanta kecepatan reaksi semakin besar sehingga reaksi semakin cepat. Tetapi suhu yang terlalu tinggi akan menguraikan asam oksalat. 3. Volume Pelarut Volume pelarut yang semakin banyak akan memperluas gerakan molekul-molekul yang ada sehingga hasil yang diharapkan semakin banyak. Tetapi volume pelarut yang terlalu banyak akan mengurangi hasil yang diinginkan, karena asam oksalat akan terurai lebih lanjut menjadi CO2 dan H2O (Iriany, dkk. 2015).

V.       Alat dan Bahan

5.1  Alat

1.      Labu dasar datar 750ml

2.      Corong Buchner

3.      Corong gelas

4.      Gelas piala 500ml

5.      Kasa, kaki tiga Bunsen

6.      Penangas

7.      Gelas ukur

8.      Thermometer

9.      pengaduk

5.2  Bahan

1.      Gula pasir

2.      Asam nitrar pekat

3.      etanol

VI.    Prosedur Kerja

1.      Masukkan 5gr gula pasir ke dalam labu dasar datar berukuran 750ml.

2.      Tambahkan 25ml asam nitrat pekat.

3.      Panaskan diatas penangas air perlahan-lahan sampai mendidih.

4.      Bila sudah timbul uap coklat NO2, angkat labu datar tadi. Pindahkan ke atas balok kayu untuk melanjutkan reaksi tanpa pemanasan, biarkan selama 15 menit.

5.      Tuangkan hasil reaksi ke dalam gelas piala berukuran 50ml, labu dicuci dengan 5 ml air dingin dan air cucian dimasukkan ke gelas piala yang lain.

6.      Tambahkan 5ml asam nitrat pekat, uapkan diatas penangas air sampai volume cairan tinggal 5 ml.

7.      Tambahkan 10ml air ke dalam larutan yang tinggal 5ml ini, kemudian di uapkan lagi sampai volume tinggal 5ml.

8.      Dinginkan larutan ini dalam air es, Kristal asam oksalatsegera terbentuk.

9.      Saring Kristal asam oksalat yang tebentuk ini dengan corong Buchner.

10.  Kemudian direkristalisasi Kristal yang lebih murni.

11.  Saring, keringkan dan periksa titik lelehnya.

12.  Bila belum murni, maka murnikan lagi Kristal asam okslat ini dengan rekristalisasi kembali dengan air panas.

 

Link Video :

 https://youtu.be/z0lhb1dljro


Permasalahan :

  1. Mengapa pada saat asam nitrat dan gula dicampurkan dan kemudian dipanaskan mengeluarkan asap atau gas bewarna coklat?
  2. Setelah pemanasan asam nitrat dan glukosa,ditambahkan air maka tsrjadi perubahan warna dari coklat ke beening, mengapa demikian?
  3. Mengapa pada saat pembuatan asam oksalat perlu dilakukannya kristalisasi kembali? Apa yang menyebabkan hal itu terjadi?

Komentar

  1. Saya Bella Veronica (A1C118095) menjawab permasalahan no.1 karena dengan adanya pemanasan sehingga mendidih dan akan membuat pembuatan asam oksalat akan menyebabkan timbulnya uap berwarna coklat yang adalah gas nitro (NO2) dikarenakan pemanasan ini membuat larutan menjadi jenuh.

    BalasHapus
  2. Saya akan mencoba menjawab no 3
    Menurut saya yaitu mengapa pada saat pembuatan asam oksalat dilakukan kristalisasi kembali atau rekristalisasi
    Pada saat tahap pembuatan asam oksalat, dilakukan rekristalisasi yaitu dengan tujuan untuk membersihkan atau membuang zat zat pengotor yang ada atau melekat pada kristal asam oksalat dan supaya kristal asam oksalat tersebut murni.
    Apabila pengotor itu masih melekat di kristal asam oksalat. Maka pada saat penentuan titik leleh kemungkinan akan terjadi kesalahan karna zat atau asam oksalat yang akan diuji titik lelehnya tidak murni.

    BalasHapus
  3. Saya jony erwin (098) akan menjawab permasalahan no 2
    itu karena uap dari NO2 didalamnya telah habis sehingga larutan yang berwarna coklat kembali kebening dan kemudian akan membentuk kristal.

    BalasHapus

Posting Komentar