JURNAL PERCOBAAN 8 PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ISOLASI SENYAWA BAHAN ALAM STEROID DAN TERPENOID

 

JURNAL PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK II

                  



DISUSUN OLEH :

Mashita (A1C118083)

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL , M.Si

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

 

I.    Judul                : Isolasi Senyawa Bahan Alam Steroid

II.   Hari/Tanggal  : Jumat / 27 November 2020

III. Tujuan             : Adapun tujuan dilakukannya praktikum ini:

                                1. Dapat memahami dan menguasai teknik-teknik isolasi senyawa bahan alam steroid dan terpenoid

                                 2. Dapat mengetahui sifat-sifat kimia steroid dan terpenoid melalui reaksi-reaksi spesifik.

IV. Landasan Teori

            Senyawa bahan alam terpenoid ialah senyawa kimia yang terdiri dari beberapa unit isoprene, dimana senyawa ini memiliki struktur siklik dengan mengandung satu atau lebih gugus fungsi. Terpenoid ini merupakan senyawa yang memiliki atom karbon dan hidrogen yang mana atom karbonnya berjumlah kelipatan lima. Penyelidikan menunjukan bahwa sebagian terpenoid memiliki kerangka dasar karbon yang dibangun oleh dua atom atau lebih unit C5 (isoprene). Dimana, kepala dari unit satu berkaitan dengan ekor pada unit yang lain (Tim Kimia Organik II, 2020).

            Keteraturan mengenai struktur terpenoid ini dirumuskan kedalam aturan yang disebut dengan kaidah isoprene. Dimana, kaidah ini menyebutkan stuktur molekul dari senyawa terpenoid dibangun oleh 2 ataupun lebih unit isoprene yang saling berkaitan antara kepala dan ekor. Ini merupakan suatu ciri khas pada senyawa bahan alam terpenoid yang dapat bermanfaat untuk digunakan sebagai hipotesis dalam menetapkan suatu struktur senyawa terpenoid ini. Namun, pada senyawa ini juga terdapat beberapa senyawa terpenoid yang tidak mengikuti kaidah tersebut (Kristanti,2008).

            Pada senyawa terpenoid, sebagian besar tidak memiliki warna, berwujud cairan yang memiliki bau namun sedikit diantaranya berwujud padatan seperti champor. Terpenoid ini memiliki berat jenis yang lebih ringan dari air dan mudah menguap. Senyawa bahan alam terpenoid ini mudah larut dalam pelarut organic, tetapi tidak larut dalam air. Struktur senyawa terpenoid ini merupakan struktur alil siklik, diantaranya ialah senyawa tak jenuh. Akibatnya, senyawa terpenoid ini mudah mengalami reaksi adisi dengan hidrogen, halogen dan lainnya (Julianto,2019).

             Terpenoid merupakan salah satu senyawa bahan alam yang sangat mudah untuk ditemui, dan jenisnya yang sangat beragam. Terpenoid ini memiliki struktur linear dan polisiklik. Nama terpenoid berasal dari senyawa pertama dari kelompok ini hasil isolasi dari minyak terpentin, yang mana senyawa ini berasal dari destilat dari resin pohon seperti pinus. Ektraksi untuk senyawa terpenoid biasanya menggunakan pelarut eter, kloroform atau bisa juga menggunakan n-heksana. Selain itu pemisahan juga dapat dilakukan menggunakan teknik kromatografi (Ilyas, 2013).

            Terpenoid merupakan derivat dehidrogenasi dan oksigenasi dari senyawa terpen yang merupakan senyawa hidrokarbon yang banyak dihasilkan oleh tumbuhan. Sebutan lain untuk terpenoid ialah isoprenoid. Hal ini karena terpenoid memiliki kerangka yang sama dengan senyawa isopren (C5H8). Struktur dari senyawa terpenoid sendiri merupakan gabungan dari beberapa unit isopren yang mana dapat berupa rantai terbuka atau tertutup (siklik). Dalam strukturnya dapat mengandung gugus karbonil, gugus hidroksi atau ikatan rangkap (Heliawati, 2018).

V. Alat dan Bahan

5.1 Alat

- Tabung reaksi 20 buah     

- Erlenmeyer 250 ml                                   

- Gelas kimia 200 ml

- Lumpang

Plat tetes

- Gelas ukur

Pipet tetes

Corong gelas

5.2 Bahan

Pereaksi dragendor               -Pereaksi Wagner

Kloroform                             - Metanol

- NaOH padatan                      - Brusin

- Pereaksi Meyer                     - Shinoda

- Etanol                                    - Heksan

- Iodin                                      - KI

 VI. Prosedur Kerja

1. Dimasukkan kedalam erlenmeyer 250 ml simplisia tumbuhan kering yang telah dirajang halus sebanyak 5 gram, kemudian ditambahkan etanol sebanyak 25 ml.

2. Dilakukan pemanasan menggunakan penangas air selama kurang lebih 10 menit. Setelah itu, disaring larutan tersebut dalam keadaan panas.

3. Diuapkan filtrate yang diperoleh menggunakan rotary evaporator/penangas air sehingga diperoleh ekstrak pekat etanol. Ekstrak tersebut kemudian ditriturasi dengan sedikit eter dan beberapa tetes eter ditempatkan dalam dua lubang plat tetes, lalu dibiarkang kering.

4. Ditambahkan anhidrida asam asetat sebanyak 2-3 tetes, lalu diaduk dan ditambahkan asam sulfat pekat, amati perubahan yang terjadi. Timbulnya warna merah/merah ungu yang tak stabil menandakan dikarenakan adanya triterpenoid, sedangkan warna hijau karena adanya steroid.

5. Dilakukan pengecekan reaksi dengan menambahkan asam sulfat pekat pada lobang plat tetes satu lagi, lalu amati warna yang terjadi. Apabila dihasilkan warna yang sama sangat boleh jadi tumbuhan tidak mengandung terpenoid tetapi senyawa lain yang bereaksi dengan asam sulfat pekat.

Link Video : 

Permasalahan:

1.  Mengapa etanol digunakan dalam isolasi terpenoid alami dan steroid sebagai pelarut?

2. Mengapa prosedur pemeriksaan reaksi isolasi terpenoid dan steroid menggunakan asam sulfat pekat?

3. Dalam prosedurnya, pemanasan dilakukan dengan menggunakan water bath. Apa yang terjadi jika pemanasan dilakukan dengan pemanasan langsung dengan api (tanpa penangas air)?

Komentar

  1. Baiklah, saya Thifani Aulia Putri Pane akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3. Menurut saya, dilakukannya pemanasan dengan menggunakan waterbath/penangas air dilakukan agar tidak terjadi kelebihan temperatur selama pemanasan. Hal ini dikarenakan untuk mencegah kerusakan kandungan senyawa bahan alam yang terdapat dalam sampel. Sehingga, bila pemanasan dilakukan dengan pemanasan langsung dengan api, ditakutkan kandungan senyawa bahan alam yang terdapat dalam sampel bisa menjadi rusak. Terimakasih.

    BalasHapus
  2. Baiklah saya Muhamad Khoirul Abdillah (040) akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2. penamabahan asam sulfat pekat untuk memecahkan senyawa pada plat KLT agar dapat diamati oleh sinar tampak.

    BalasHapus
  3. Saya Bella Veronica (095) akan mencoba menjawab pertanyaan no.1 karena etanol sudah sangat terkenal fungsinya sebagai pelarut atau bahan untuk mencuci suatu zat.

    BalasHapus

Posting Komentar