JURNAL PERCOBAAN 9 PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ISOLASI SENYAWA BAHAN ALAM (FLAVONOID)

 

JURNAL PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK II

                  


 

 

DISUSUN OLEH :

Mashita (A1C118083)

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL , M.Si

 

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020



I.          Judul                 :  Isolasi Senyawa Bahan Alam (Flavonoid)

II.       Hari/Tanggal     :  Jumat / 27 November 2020

III.     Tujuan               : Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu :

1. Untuk menguasai teknik-teknik isolasi bahan alam khususnya senyawa flavonoid

2. Untuk mengenal sifat-sifat kimia flavonoid melalui reaksi-reaksi pengenalan. 

IV.    Landasan Teori

 Senyawa flavonoid merupakan senyawa polifenol yang mempunyai jumlah atom karbon sebanyak 15. Dimana kelima belas atom tersebut akan menyusun bentuk 2 cincin yang digabungkan oleh 3 atom karbon. Flavonoid biasanya ditemui pada tumbuhan hijau, sehingga untuk senyawa flavonoid ini hampir ditemukan disemua ekstrak tumbuhan. Senyawa flavonoid dapat digambarkan diagram ikatan antar karbonnya sebagai C6 –C3 –C6. Dimana C6 disini berupa cincin benzen (Tim Penuntun Kimia Organik II, 2020).

Flavonoid merupakan salah satu senyawa metabolit sekunder yang hanya dapat ditemukan pada macam-macam tumbuhan. Sekitar 5-10% metabolit sekunder yang terdapat pada tumbuhan berupa flavonoid. Sebagian besar senyawa flavonoid dialam ditemukan dalam bentuk glikosida atau bisa juga dalam bentuk aglikon flavonoid, yang lazim ditemukan  pada tumbuhan tingkat tinggi. Senyawa flavonoid sendiri pada tumbuhan berfungsi sebagai zat pemberi warna pada tumbuhan (Heliawati, 2018).

  Pengelompokkan senyawa flavonoid didasarkan atas jenis cincin heterosiklik-oksigen tambahan dan gugus hidroksilnya. Salah satu contoh senyawa golongan flavonoid ialah kuersetin yang memiliki 5 gugus hidroksil yang dapat menangkal radikal bebas DPPH. Apabila flavonoid ditemukan banyak mengandung ikatan glikosida sehingga senyawa tersebut akan  bersifat lebih polar dibandingkan dengan senyawa flavonoid lainnya (Rahayu, 2014).

Flavonoid merupakan salah satu metabolit sekunder polifenol yang secara luas ditemukan pada tumbuh-tumbuhan serta makanan yang memiliki beberapa manfaat seperti antivirus, anti inflamasi, kardioprotektif, anti diabetes, anti kanker, antioksidan dan manfaat lainyya. Senyawa ini memiliki kerangka karbon yang terdiri dari dua gugus C6 yang merupakan cincin benzene tersubstitusi yang dihubungkan oleh rantai alifatik tiga karbon. Flavanol dapat ditemukan dalam anggur merah, flavanon pada makanan sitrus (ex-narigenin), isoflavon ditemukan dalam makanan kedelai dan antosianin pada stroberi, buah beri, teh, dan anggur (Arifin dan Ibrahim,2017).

    Menurut Djatmiko dalam Djamil dan Zaidan (2017), senyawa bahan alam flavonoid termasuk senyawa aromatic yang bersifat sebagai antioksidan. Dimana, antioksidan ini dapat menghambat proses terjadinya proses oksidasi yang timbul akibat reaksi radikal bebas yang tidak reaktif. Senyawa flavonoid aktif ini dapat menangkal radikal bebas ditentukan dari adanya gugus hidroksi (-OH). Adapun senyawa flavonoid yang bersifat antioksidan yaitu flavon, isoflavon, kalkon, flavanon dan flavonol.

V. Alat dan Bahan

5.1 Alat

- Tabung reaksi 20 buah     

- Erlenmeyer 250 ml                                   

- Gelas kimia 200 ml

- Lumpang

- Plat tetes

- Gelas ukur

- Pipet tetes

- Corong gelas

5.2 Bahan

Pereaksi dragendor               -Pereaksi Wagner

Kloroform                             - Metanol

- NaOH padatan                      - Brusin

- Pereaksi Meyer                     - Shinoda

- Etanol                                    - Heksan

- Iodin                                      - KI

VI. Prosedur Kerja

1. Diekstraksi simplisia yang telah dihaluskan sebanyak 0,5 gram dengan etanol panas sebanyak 10 ml selama 5 menit dalaam tabung reaksi.

2. Disaring hasil ekstrak dan ditambahkan beberapa tetes HCl pekat pada filtrate yang dihasilkan. Lalu, ditambahan lebih kurang 0,2 gram bubuk magnesium. Apabila muncul warna merah tua, maka simplisia positif mengandung flavonoid (Uji tes Shinoda Mg+HCl)

3. Dilakukan pengujian flavonoid dengan menambahkan ekstrak etanol dengan NaOH 10% sebanyak 2 tetes. Apabila dihasilkan warna kuning-orange merah, maka simplisia positif mengandung flavonoid.

4. Sebagai pembanding untuk ukuran flavonoid dalam contoh tumbuhan, digunakan sebutir kecil  -ketekin yang dianggap (++) / lagundi (+++) untuk jumlah kandungan flavonoid dalam simplisia.

Link Video :

Permasalahan :

1. Apa fungsi penambahan NaOH pada uji kedua pada prosedur pengujian flavonoid?

2. Mengapa pada prosedur ekstraksi simplisia digunakan pelarut etanol dalam keadaan panas?

3. Mengapa pada pengujian dengan menambahkan beberapa tetes HCl dan magnesium dihasil larutan berwarna merah apabila mengandung flavonoid ?

Komentar

  1. Saya Risa Novalina Ginting (A1C118070) akan menjawab permasalahan no 3.
    penambahan logam Mg dan HCl
    adalah untuk mereduksi inti benzopiron
    yang terdapat dalam struktur flavonoid sehingga terbentuk garam flavilium berwarna
    merah atau jingga. Terimakasih

    BalasHapus
  2. Saya Bella Veronica (095) aka mencoba menjawab permasalahan no.1 fungsi penambahan NaOH adalah untuk menguji larutan tersebut terdapat flavonoid atau tidaknya.

    BalasHapus
  3. Saya Jony Erwin (098) akan menjawab permasalahan no 2 yaitu Etanol panas disini berfungsi untuk bisa melarutkan senyawa flavonoid.

    BalasHapus

Posting Komentar