LAPORAN PERCOBAAN 12 UJI ASAM AMINO DAN PROTEIN
VIII. DATA PENGAMATAN
|
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1. Disiapkan 4 tabung. Tabung 1 = fenilalanin, tabung 2 =
alanin , tabung 3 = susu , tabung 4 = albumin |
Untuk dilakukan uji biuret |
Tabung 1,2,4 = tidak berwarna. Tabung 3 = putih |
|
2. Di tetesin dengan biuret |
- |
|
|
3. Lalu di homogenkan |
Agar terbentuknya warna hasil uji biuret |
Tabung 1 dan 2= tidak berwarna Tabung 3 dan 4 = berwarna ungu |
|
4. Dilakukan pemanasan dengan dimasukan tabung 3 dan 4 ke
dalam gelas kimia yang terdapat air yang dipanaskan |
Untuk mempercepat laju reaksi |
Tabung 3 = berwarna coklat muda Tabung 4 = berwarna coklat tua bagian atas , berwarna
bening bagian bawah |
IX. PEMBAHASAN
Protein terdapat pada semua sel hidup,
kira-kira 50 persen dari berat keringnya dan berfungsi sebagai pembangun
struktur, biokatalis, hormon, sumber energi, penyangga racun, pengatur pH, dan
bahkan sebagai pembawa sifat turunan dari generasi ke generasi. Protein
memiliki molekul besar dengan bobot molekul bervariasi antara 5000 sampai
jutaan. Protein juga dapat digunakan sebagai sumber energi apabila tubuh kita
kekurangan karbohidrat dan lemak. Adapun makanan sebagai sumber protein adalah
daging, telur, susu, ikan, beras, kacang, kedelai, gandum, jagung, dan
buah-buahan. Protein akan menghasilkan asam-asam amino akibat hidrolisis oleh
asam atau enzim.
Disiapkan 4
tabung. Tabung 1 = fenilalanin, tabung 2 = alanin , tabung 3 = susu , tabung 4
= albumin Untuk dilakukan uji biuret Tabung 1,2,4 = tidak berwarna. Tabung 3 =
putih, Di tetesin dengan biuret, Lalu di homogenkan Agar terbentuknya warna
hasil uji biuret Tabung 1 dan 2= tidak berwarna Tabung 3 dan 4 = berwarna
ungu,. Dilakukan pemanasan dengan dimasukan tabung 3 dan 4 ke dalam gelas kimia
yang terdapat air yang dipanaskan Untuk mempercepat laju reaksi Tabung 3 =
berwarna coklat muda Tabung 4 = berwarna coklat tua bagian atas , berwarna
bening bagian bawah.
Uji Biuret
adalah uji yang digunakan untuk mengetahui adanya ikatan peptida pada sampel
protein. Biuret adalah senyawa dengan dua ikatan peptida yang terbentuk pada
pemanasan dua molekul urea. Komposisi dari reagan ini adalah senyawa kompleks
yang mengandung unsur karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O) dan nitrogen (N)
dan merupakan hasil reaksi antara dua senyawa urea (CO(NH2)2). Uji Biuret
didasarkan pada reaksi antara ion dan kata peptida dalam suasana basa.
Pereaksi Biuret akan berikatan pada gugus terakhir asam amino pada protein utuh
diantara ikatan peptida, dan asam amino bebas. Hasil pengamatan percobaan
menunjukkan bahwa dari tiga sampel yang diuji yaitu aquades, albumin dan
glisin, hanya albumin yang bereaksi positif dengan pereaksi biuret, sedangkan
aquades dan glisin bereaksi negatif. Hal ini menunjukkan bahwa pada albumin
yang bereaksi positif terdapat ikatan peptida yang menggabungkan asam amino
yang satu dengan yang lainnya yang ditandai dengan perubahan warna dari ungu
menjadi coklat pekat setelah dipanaskan. Hal ini sesuai dengan pendapatn
Fesenden (1997) yang menyatakan bahwa dalam suasana basa, ion yang
berasal dari pereaksi Biuret (CuSO4) akan bereaksi dengan gugus –CO dan –NH
dari rantai peptida yang menyusun protein membentuk kompleks berwarna violet.
Bintang (2010) menyatakn bahwa semakin banyak asam amino bebas, ikatan peptida
bebas dan rantai terakhir asam amino, maka warna ungu akan semakin nampak.
Aquades dan glisin bereaksi negatif ditandai dengan tidak terjadinya perubahan
warna yang menunjukkan tidak adanya ikatan peptida pada sampel tersebut.
Untuk melakukan
uji biuret ini selain menggunakan reagen biuret bisa juga menggunakan salah
satu komponennya yaitu CuSO4, yang mana CuSO4 ini uga termasuk pada komponen
dalam membuat larutan biuret. Larutan CuSO4 memiliki sifat basa yang bereaksi
dengan polipeptida, sedangkan polipeptida ini merupakan penyusu dari senyawa
protein. Yang menandakan adanya protein yaitu adanya ikatan polipeptida di
dalam sampel dan ditandai dengan adanya perubahan warna menjadi ungu. Warna ungu
ini menandakan bahwa Cu2+ mengalami reduksi menjadi Cu+ dan hal ini pula yang
menandakan bahwa reaksi sudah bisa dihentikan.
IX. PERTANYAAN PASCA PRAKTIKUM
1. Bagaimana bisa terbentuknya warna ungu Ketika dilakukan
uji biuret pada percobaan ini ?
2. Pada percobaan ini digunakan komponen CuSO4, tetapi
penggunaan larutan ini harus dihindari dalam pemakaian yang berlebihan. Nah
mengapa hal ini harus dihindari?
3. Bagaimana pengaruhnya pada percobaan ini reagen biuret
yang sudah berbentuk reagen dengan yang masih berbentuk komponen-komponen CuSO4
dan NaOH ?\
X. KESIMPULAN
1. Apabila pada protein terjadi denaturasi maka menimbulkan
berkurangnya kelarutan protein dalam air.
2. Protein dapat menggumpal akibat terjadinya proses
koagulasi protein yang merupakan proses penggumpalan. Reaksi pengendapan
protein dengan logam berat bersifat reversibl
3. Denaturasi protein dapat terjadi dipengaruhi beberapa
faktor, seperti adanya pengaruh logam berat.
4. Uji biuret digunakan untuk menunjukkan adanya ikatan
peptide pada larutan protein yang memberikan hasil positif apabila dihasilkan
larutaan berwarna ungu
5. Uji Xanthoprotein digunakan untuk membuktikan adanya asam
amino tirosin, triptofan atau fenilanalin yang terdapat dalam protein yang memberikan
hasil berwarna jingga.
XI. DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, A., Nurjanah, Hidayat, T., & Yusefi, V.
(2013). Profil Asam Amino dan Asam Lemak Kerang Bulu (Anadara antiquata). JPHPI,
Vol. 16.
Bakhtra,dkk.2016. Penetapan Kadar Protein dalam Telur
Unggas melalui Analisis Nitrogen menggunakan Metode Kjeldahl. Jurnal
Farmasi Higea. Vol 8 (2).Padang:Universitas Andalas.
Devi, N. (2013). Nutrien and Food Gizi Untuk
Keluarga. Jakarta: PT Gramedia Pustaka.
Kunsah, B. (2017). Analisis Kadar Protein Pada Teripang
(Holothuria argus) Terhadap Lama Perebusan. Jurnal of Muhammadiyah
Medical Laboratory Technologist, 22-30.
Tim Penuntun Kimia Organik II. 2020. Penuntun
Praktikum Kimia Organik II. Jambi : Universitas Jambi.
saya Lutfi Praidha (015) akan menjawab pertanyaan nomor 1. warna ungu disini terbentuk karena bukti bahwa unsur Cu2+ telah tereduksi menjadi Cu+ dan berikatan dengan atom Nitrogen pada ikatan peptida.
BalasHapusterimakasih
Saya Risa Novalina Ginting (A1C118070) akan menjawab permasalahan no 3. Menurut saya itu tidak terlalu berpengaruh karena Reagen biuret tersebut terdiri dari komponen-komponen NaOH dan CuSO4. Terimakasih
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus