LAPORAN PERCOBAAN 13 UJI LEMAK
VII. DATA PENGAMATAN
|
NO |
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1. |
Pada tabung reaksi 1, dimasukkan 5 tetes minyak Ke dalam
tabung reaksi kemudian ditambah 2 ml aquades. Lalu dikocok tabung
reaksi selama 1 menit |
Untuk mengetahui adanya emulsi pada lemak |
larutan berwarna putih keruh |
|
2. |
Pada tabung reaksi 2, dimasukkan 5 tetes minyak kedalam
tabung reaksi, kemudian ditambah larutan sabun sebanyak 2 ml. kemudian
dikocok selama 1 menit. |
larutan berwarna putih susu. |
|
|
3. |
Pada tabung teaksi 3, dimasukan 5 tetes minyak, kemudian
tambhakan putih telur sebanyak 2ml, lalu di kocok selama 1 menit. |
larutan berwarna putih kekuningan di bagian bawah dan
putih susu di bagian atas. |
|
|
4. |
Pada tabung reaksi 3, dimasukkan 5 tetes minyak, kemudian
tambahkan santan sebanyak 2ml. kemudian dikocok selama 1 menit |
larutan berwarna putih susu. |
VIII. PEMBAHASAN
Pada percobaan ini,
kami menganalisis video percobaan uji lemak dengan menggunakan uji pembentukan
emulsi pada lemak. Dimana, emulsi merupakan suatu campuran yang terdiri dari
zat yang tidak homogen (bercampur) seperti minyak dan air. Pada percobaan ini,
digunakan minyak dan beberapa larutan lain yang digunakan dalam percobaan ini,
yaitu larutan sabun, putih telur, santan dan aquades. Adapun hal pertama yang
dilakukan yaitu pada tabung reaksi 1, dimasukkan 5 tetes minyak, kemudian
ditambah 2 ml aquades. Lalu dikocok tabung reaksi selama 1 menit.
Dimana tujuan dilakukannya pengocokan ini dilakukan untuk menghomogenkan
larutan agar dapat diketahui apakah emulsi terbentuk pada campuran tersebut.
Adapun hasil yang didapatkan yaitu larutan berwarna putih keruh.
Tahap selanjutnya pada tabung
reaksi 2, dimasukkan 5 tetes minyak kedalam tabung reaksi, kemudian ditambah
larutan sabun sebanyak 2 ml. kemudian dikocok selama 1 menit. Hasil yang
didapatkan yaitu larutan berwarna putih susu. Lalu, pada tabung teaksi 3 dimasukan
5 tetes minyak, kemudian tambahkan putih telur sebanyak 2ml, lalu di kocok
selama 1 menit. Adapun hasil yang didapatkan yaitu larutan berwarna putih
kekuningan di bagian bawah dan putih susu di bagian atas. Kemudian pada tabung
terakhir, dimasukkan 5 tetes minyak, kemudian tambahkan santan sebanyak 2ml.
kemudian dikocok selama 1 menit. Hasil yang didapatkan yaitu larutan berwarna
putih susu.
Dari hasil yang didapat,
pada tabung 1 campuran minyak dan air didapatkan hasil larutan berwarna putih keruh.
Menurut teori, minyak bersifat non polar sedangkan air bersifat polar.
Sehingga, apabila dicampurkan kedua larutan tersebut tidak dapat bercampur,
maka emulsi yang dihasilkan tidak stabil. Begitu pula pada tabung 3 dengan
penambahan putih telur yang memiliki kandungan protein sehingga bersifat polar.
Ketika minyak dan putih telur dicampurkan maka kedua campuran ini tidak dapat
bercampur. Hal ini sesuai dengan hasil analisis video yang didapatkan dimana
dihasilkan yaitu larutan berwarna putih kekuningan di bagian bawah dan putih
susu di bagian atas. Sedangkan, pada tabung ke 2 yang berisi minyak dan larutan
sabun serta tabung ke 4 yang berisi minyak dan santan dihasilkan larutan
berwarna putih, sehingga terlihat bahwa emulsi yang dihasilkan merupakan emulsi
yang stabil. Menurut literature, penambahan zat tersebut dapat menghasilkam
emulsi yang stabil dikarenakan larutan tersebut mampu menurunkan tegangan
permukaan antara kedua fasa cairan yang biasanya disebut agen pengemulsi.
Sehingga, pada analisis video ini terlihat campuran yang dihasilkan pada tabung
2 dan ke 4 adalah larutan berwarna putih.
IX. PERTANYAAN PASCA PRAKTIKUM
1. Pada uji lemak ini apa pengaruhnya jika pengocokan yang
dilakukan kurang dari 1 menit ?
2. Apa sebabnya hanya pada putih telur dan minyak yang
menghasilkan 2 lapis sedangkan yang lainnya tidak?
3. Smpel yang digunakan pada percobaan ini adalah minyak.
Apakah dapat digantikan dengan lemak jenis lain, jika bisa berikan contohnya ?
X. KESIMPULAN
1. Dalam menguji adanya lemak dapat dilakukan
dengan pengujian pembentukan emulsi dimana sampel yang mengandung lemak
dicampurkan dengan larutan yang tidak larut pada lemak
2. Supaya terbentuk emulsi yang stabil maka diperlukan suatu
zat pengemulsi yang disebut emulsifier atau emulgator yang berfungsi menurunkan
tegangan permukaan antara kedua fase cairan. Larutan yang tidak saling menyatu
disebabkan oleh perbedaan polaritas dari masing-masing larutan tersebut.
3. Lipid tidak larut dalam air namun dapat larut dalam zat
pelarut non polar seperti eter, kloroform,dan benzene. Lipid ini bersifat non
polar atau hidrofobik. Dimana, penyusun utama lipid ini adalah trigliserid,
yaitu ester gliserol dengan tiga asam lemak yang dapat beragam.
XI. DAFTAR PUSTAKA
Fitriana, Y. A. N dan Fitri, A.S.2019. Uji Lipid pada Minyak
Kelapa, Margarin dan
Gliserol.Jurnal SAINTEKS. Vol 16 (1).
March, J. (2001). Advanced Organic Chemistry:
Reactions, Mechanisme, and Structure, Fifth Edition. New York: John
Wiley & Sons Inc.
Maulinda.L.,dkk.2017. Hidrolisis Asam Lemak dari
Buah Sawit Sisa Sortiran.Jurnal Teknologi Kimia Unimal.Vol.5.No.1.
Setiawan, W. 2011. Modul Praktikum Biokimia.
Sukabumi : Universitas Muhammadiyah Sukabumi.
Tim Penuntun Kimia Organik II. 2020. Penuntun
Praktikum Kimia Organik II. Jambi : Universitas Jambi.
Saya Bella Veronica (095) akan mencoba menjawab pertanyaan no.2 hal tersebut dapat terjadi karena perbedaan kepolarannya, dimana minyak itu bersifat nonpolar sedangkan telur (protein) adalah polar sehingga tidak dapat bersatu.
BalasHapusSaya Yupita Sri Rizki akan mencoba menjawab no 1 Disini lama waktu pengadukan memiliki pengaruh
BalasHapusterhadap kadar asam lemak bebas minyak. Dimana semakin lama waktu pengadukan semakin rendahnya kadar asam lemak bebas minyak dan busa yang terbentuk akan semakin banyak. Hal tersebut disebabkan karena semakin lamanya waktu pengadukan tersebut, reaksi antara asam lemak bebas minyak dengan sampel semakin lama dan jumlah busa yang terbentuk semakin banyak yang berati menandakan emulsi yang terbentuk semakin banyak.nah jika pengadukan kurang dari satu menit kadar asam lemak tidak akan rendah,dan pembentuk kan kedua lapisan busa dan minyak tidak akan terbentuk
Baiklah saya Rizki Fitra Pratama (A1C118012) mencoba menjawab pernasalahan no 3 dari dari saudari .
BalasHapusMinyak bisa digantikan dengan lemak lain contohnya santan.
Terimakasih