LAPORAN PERCOBAAN 4 PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ESTER METIL SALISILAT (MINYAK GANDAPURA)

VII. DATA PENGAMATAN   

No

Perlakuan

Tujuan

Hasil

1

Masukan 33,3 garam asam salisilat ke tabung lalu tuangkan 100 ml  metanol pastikan metanol membilas bersih corong tadi

Tujuannya untuk melarutkan semua padatan sehingga semua asam  asam

Larutan tadi belum terlalu larut

2

Masukan magnet batang dan letakan di atas pengaduk,selanjutnya hentikan pengadukan magnet dan lepaskan batang magnet tadi

Fungsi pengadukan disini utuk mempercepat reaksi

Larutan tadi tercampur sempurna dan larutan berwarna bening

3

Campuran ini di panaskan menggunakan refluk  dalam suhu 800c selama satu jam

Fungsi refluk adalah untuk menghasilkan suatu campuran kesetimbangan(menyempurnakan reaksi

Dapat dilihat bahwa di peroleh hasil yang  sedikit lebih kristal dari pada yang di awal tadi

4

Dilakukan pencucian dalam dua tahap,pertama kita akan mencuci dengan natrium klorida yang terakhir dengan natrium bikarbonat  dengan menggunakan corong  jangan lupa di kocok dengan baik.disini di gunakan 2x50 ml natrium klorida

Fungsi pengocokan natrium klorida untuk mengumpulkan ester nya

Fungsi natrium bikarbonat agar larutan bebas dari asam

Didapat lah warna campuran ini berwarna putih

5

Larutan yang berada di dalam tabung pemisah tadi di tutup keran nya di buka, dikeluarkan fase air

Fungsi dari di buka nya kran disini agar gas dalam larutan tadi bisa keluar

Terbentuk 2 lapisan, lapisan bawah benin dan lapisan atas putih keruh

6

Dilakukan pencucian natrium bikarbonat dengan menggunakan metil salisilat dan diaduk

Fungsi metil salisilat sebagai bahan intermediet

Larutan berwarna keruh

7

Dilakukan pengeringan dengan menggunakan kalsium klorida dan goncang

Fungsi ditambahkan kalsium klorida karena jika bersentuhan dengan air akan terjadi reaksi eksotermik dan ketika menangkap air akan menempel didasarnya

Larutan menjadi lebih jernih dan berbentuk kristal

8

Ditimbang metil pada kalsium klorida

Fungsi dilakukan penimbangan adalah untuk mengetahui berapa banyak metil yang dihasilkan

Metil yang didapat 28,9gram

VIII. PERHITUNGAN

 VIII. PERHITUNGAN 





 IX. PEMBAHASAN

Pada sintesis metal salisilat, kami menggunakan asam salisilat dan methanol sebagai bahan dasar dan asam sulfat pekat sebagai katalis. Prinsip dan reaksi ini adalah esterifikasi yaitu mereaksikan asam salisilat dengan methanol dengan katalis asam sulfat pekat.

Dan literatur yang diperoleh pada buku fessenden bahwa reaksi esterifikasi adalah reaksi reversible. Oleh karena itu, campuran reaksi adalah suatu campuran kesetimbangnan dari pereaksi dan hasil reaksi. Untuk membuat reaksi ini berguna untuk sintesa ester, kita harus mendorong kesetimbangan kearah ester. Dilakukan dengan cara menambahkan satu pereaksi berlebihan atau dengan mengeluarkan satu atau kedua-dua hasil reaksi. Dalam hal ini dilakukan dengan cara menambahkan pereaksi, yaitu methanol.

Pertama-tama masukan 33,3 garam asam salisilat ke tabung lalu tuangkan 100 ml  metanol pastikan metanol membilas bersih corong tadi, dan ditambahkan 10ml asam sulfat 97%. Tujuannya untuk melarutkan semua padatan sehingga semua asam  asam. Larutan tadi belum terlalu larut. Masukan magnet batang dan letakan di atas pengaduk,selanjutnya hentikan pengadukan magnet dan lepaskan batang magnet tadi. Fungsi pengadukan disini utuk mempercepat reaksi. Larutan tadi tercampur sempurna dan larutan berwarna bening. Campuran ini di panaskan menggunakan refluk  dalam suhu 800c selama satu jam. Fungsi refluk adalah untuk menghasilkan suatu campuran kesetimbangan(menyempurnakan reaksi. Dapatdi liahat bahwa di peroleh hasil yang  sedikit lebih kristal dari pada yang di awal tadi. Dilakukan pencucian dalam dua tahap,pertama kita akan mencuci dengan natrium klorida yang terakhir dengan natrium bikarbonat  dengan menggunakan corong  jangan lupa di kocok dengan baik.disini di gunakan 2x50 ml natrium klorida. Fungsi pengocokan natrium klorida untuk mengumpulkan ester nya. Fungsi natrium bikarbonat agar larutan bebas dari asam. Didapat lah warna campuran ini berwarna putih. Larutan yang berada di dalam tabung pemisah tadi di tutup keran nya di buka, dikeluarkan fase air. Fungsi dari di buka nya kran disini agar gas dalam larutan tadi bisa keluar. Terbentuk 2 lapisan, lapisan bawah bening dan lapisan atas putih agak keruh. Dilakukan pencucian natrium bikarbonat dengan menggunakan metil salisilat dan diaduk. Fungsi metil salisilat sebagai bahan intermediet dalam pembuatan minyak gandapura. Larutan berwarna keruh. Dilakukan pengeringan dengan menggunakan kalsium klorida dan goncang. Fungsi ditambahkan kalsium klorida karena jika bersentuhan dengan air akan terjadi reaksi eksotermik dan ketika menangkap air akan menempel didasarnya. Larutan menjadi lebih jernih dan berbentuk seperti kristal. Ditimbang metil pada kalsium klorida. Fungsi dilakukan penimbangan adalah untuk mengetahui berapa banyak metil yang dihasilkan. Metil yang didapat 28,9gram.

X. Pertanyaan Pasca Praktikum

1)      Bagaimana jika pada saat membuat minyak gandapura kita menggunakan asam salisilat dengan jumlah yang lebih sedikit dari pada yang ada di proedur tetapi dengan jumlah methanol dan asam sulfat pekatnya sama seperti yang ada di prosedur?

2)      Jika dalam praktikum ini alat refluksnya tidak ada. Bagaimana kita sebagai praktikan agar dapat mendapatkan hasil refluks tetapi tidak menggunakan alat refluks tersebut?

3)      Dalam membebaskan larutan terebut dari basa basanya kita menggunakan NaHCO3 bagaimana jika kita tidak membebaskan basa-basanya yang berarti kita tidak menggunakan NaHCO3?

XI. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari hasil praktikum pembuatan minyak gandapura sebagai berikut:

1)      Reaksi esterifikasi adalah reaksi yang mereaksikan sebuah devirat asam karboksilat (asam salisilat) dan alcohol primer (methanol) pada suasana asam dengan katalis H2SO4 dengan suhu yang tinggi untuk menghasilkan senyawa utama berupa ester dan produk samping berupa air

2)      Metil salisilat dapat diperoleh dari sintesis asam salisilat dengan methanol dengan bantuan H2SO4 pekat berdasarkan prinsip reaksi esterifikasi

XII. Daftar Pustaka

Ambar.R.K, 2012. PERANCANGAN PABRIK METIL SALISILAT DARI METANOL DAN ASAM SALISILAT KAPASITAS 9.000 TON/TAHUN. Surakarta : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Raharja, Kirana, Tan Hoan Tjay. 2017. Obat-obat penting. Jakarta : PT Elex Media Komputindo.

Sumardjo, Danim. 2006. Pengantar kimia: Buku Panduan Kuliah Mahasiswa Kedokteran dan Pgogram Sastra 1 Fakultas Bioeksakta. Jakarta : Buku Kedokteran.

Supardani dkk.2006. Perancangan Pabrik Asam Salisilat dari Phenol.Jurusan Teknik Kimia FTI Institut Teknologi Nasional : Bandung.

Tim Kimia Organik. 2019. PenuntunPraktikum Kimia Organik III. Universitas Jambi : Jambi.

 

 

 

 

 

Komentar

  1. Baiklah, saya Thifani Aulia Putri Pane (A1C118009) akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3. Dimana, fungsi dari penambahan NaHCO3 pada percobaan ini yaitu untuk menarik zat pengotor dan untuk menetralkan kelebihan asam ataupun basa didalam reaksi tersebut. Apabila pada sintesis ini tidak ditambahkan NaHCO3, maka metil salisilat/minyak gandapuran yang diperoleh masih belum murni dikarenakan pada metil salisilat/minyak gandapuranya masih mengandung zat pengotor serta sisa-sisa asam ataupun basa. Terimakasih

    BalasHapus
  2. Saya Erik Surya Kurniawan NIM A1C118027 akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1. Jika jumlah asam Salisilat yang digunakan dikurangi hal ini akan berdampak pada produk yang dihasilkan, dimana nantinya jumlah dari produk yang dihasilkan akan menjadi lebih sedikit. Terima kasih

    BalasHapus
  3. Saya Nely Frisca (A1C118036) akan menjawab permasalahan nomor 2. Jika alat refluks tidak ada maka Dapat dilakukan pemanasan biasa. Akan tetapi lebih bagus jika pada percobaan ini dilakukan refluks.

    BalasHapus

Posting Komentar